Ajakan #UninstallBukalapak Yang Ramai di Twitter

Baru-baru ini tengah terjadi diskusi hangat para netizen mengenai tagar UninstallBukalapak. Tagar itu antara lain mengajak para netizen untuk membuang aplikasi Bukalapak dari smartphone. Sebenarnya ada apa sih?

Hal ini bermula daripada kicauan CEO Bukalapak, Achmad Zaky mengenai budget riset negara yang terkesan minim untuk mendukung pengembangan industri 4.0 di Indonesia. Ia membandingkan dana riset yang digelontorkan pemerintah berkisar di angka 2 Trilyun Rupiah, dan bertengger di posisi 43 di antara negara-negara lainnya.

Namun yang menjadi polemik atau topik yang di angkat oleh para netizen yakni kalimat penutup dari kicauan tersebut. Berikut salinan kicauan yang kini telah di hapus dari twitter,

“Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451 B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24 Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin”.

Pro dan Kontra Kicauan Tersebut

Sontak hal ini menjadi viral dikarenakan seolah-olah mendukung salah satu calon presiden saat Indonesia tengah menuju pesta demokrasi Pemilu Presiden 2019. Tagar #UninstallBukalapak bertengger menjadi nomor 1 pada Kamis hingga Jumat, 14-15 February 2019. Terlihat pula kegiatan menghapus aplikasi hingga ulasan-ulasan pada aplikasi Bukalapak dengan isi ulasan mengecam pernyataan di atas.

Namun, dibalik itu, ada juga netizen yang mendukung dengan #DukungBukalapak, mulai dari kebebasan pendapat hingga memisahkan kicauan di Twitter tersebut dengan aplikasi Bukalapak. Hal ini disinyalir oleh dukungan inovasi dan manfaat dari aplikasi Bukalapak untuk orang banyak.

Achmad Zaky telah memberikan pernyataan minta maaf dan mengakui bahwa data di atas merupakan salinan dari situs Wikipedia yang masih menyertakan data lama. Ia pun telah memberikan klarifikasi bahwa kicauan tersebut guna mendukung penelitian dan pengembangan ilmiah, dan “presiden baru” bisa merupakan pertahana atau penantang.

Pendiri Bukalapak ini juga telah menemui Presiden Jokowi guna meminta maaf atas kicauannya tersebut. Presiden Jokowi sendiri telah mengimbau para pendukungnya untuk menghentikan gerakan #UninstallBukalapak dan lebih bijak dalam menanggapi kicauan tersebut.